28

Januari 30, 2010

28 bulan yang lalu, senyum itu pudar.
Masih terngiang jelas sesenggukan tangisnya.
28 Bulan yang lalu, tawa itu lenyap.
Terbentur dinding kokoh bernama kenyataan.

21 bulan yang lalu, senyum itu hambar.
Terbuai angan, menggapai roman tanpa harapan.
21 bulan yang lalu, tawa itu mengabur.
Tak mau mendaki tingginya hati(ku).

15 bulan yang lalu, senyum itu kembali berpendar.
Menyongsong pelita di ujung jalan.
15 bulan yang lalu, tawa itu muncul.
Kibasan tangan, usaha padamkan asa.
Buram.

10 bulan yang lalu, tiada senyum dan tawa yang terlepas.
10 bulan yang lalu, guratan kecewa jelas tergambar.
Bias dan kosong…

5 bulan yang lalu, senyum dan tawa itu…
Padam…

Sayang sekali, tiada kata maaf yang sempat terucap…
Sayang sekali, hanya ada seutas sesal yang belum terpintal menjadi kata…

–Semoga dirimu benar menjadi syahidah!–

Kosong

Januari 30, 2010

Gelas belum terisi penuh
Bergerak liar mengejar lentera
Meski jauh tetap dituju
Usahakan segala semua

Wadah pun belum penuh tanya
Mencari apa yang dicari
Ada yang belum menggenapinya
Melongok jauh ke dalam diri

Sendiri, terdampar di sebuah wahana
Asing, melihat dunia dan isinya
Takut, pedulikan masa depan
Tegap, merengkuh hari esok

Saat itu, hidup statis hanya membuang waktu
Saat itu, hidup stagnan hanya mengejar angan
Saat itu, hidup diam tanpa tujuan
Saat itu, hidup dinamis hanya impian….. jauh….

Berlari, kami akan…
Mengejar ketertinggalan?
atau Dari kenyataan?

Tapi pasti akan berubah…
pasti…

(Biak, 28 Januari 2010)

Juni 27, 2009

BP

BP bagi penyuka bola pastinya adalah Bambang Pamungkas. Pemain Indonesia dengan kontrak termahal. Juga penyerang timnas senior Indonesia. Seorang penyerang yang hebat bagi tim Persija.

BP bagi anak FK Unair adalah dosen yang eksentrik. Ke”beda”annya membuat hidup serasa lebih hidup, membuat visite pagi menjadi hangat. Membuat ujian yang kaku menjadi mendebarkan. Bambang Prijambodo, dr., SpOT, SpB., Prof.

BP bagiku adalah sebuah harapan baru. Angin segar yang semoga membawa perubahan. Pendobrak bagi masa lampau yang lebih gelap. Perusak dominasi pemain monopoli. Bina Prima, melayani sepenuh hati.

Semoga bisa menjadi kenang-kenangan dariku untuk warga Biak Timur!

Bagaimana Caranya?

Juni 6, 2009

Lihatlah matanya, kau akan lihat cinta
Perhatikan sikapnya, itulah kasih.
Dengar ucapannya dan maka kau akan tahu
Resapi baik-baik, maka kau akan rasakan.
Ada sayang di dalamnya…

(terinspirasi oleh teman yang bingung karena didatangi mantan yang datang dari jauh)

Hipokrit

Juni 5, 2009

Manusia manusia…
Mereka bakar setanggi di depan gambar seseorang,
Dan menyebutnya nabi.
Mereka sembahkan kehidupan di bawah berhala mimpi,
Dan mereka sebut itu Tuhan.
Mereka korbankan manusia sebagai kambing hitam di depan suatu gagasan,
Dan mereka sebut itu ideologi sempurna.

Heran

Juni 5, 2009

Pernah suatu kali teman baruku,Pamungkas, bertemu dengan orang asli Papua. Bapak tersebut berpesan,” Barangsiapa bekerja dengan baik di Papua, maka akan datang heran satu ke heran yang lain.”. Kata-kata yang aneh bukan? Yah, aku bakalan menghadapi bermacam-macam keheranan disini.

1. Heran Pertama
Baru satu minggu di Biak, aku mendapati bahwa lhari libur di Papua berbeda dengan libur di belahan Indonesia manapun. Aku bertemu dengan hari libur perayaan Paskah hari ke-2. “Oh, masih ada libur yang lain lagi Dok!”, ujar seorang mahasiswa Akper Biak. Ada libur Injil Masuk Papua, libur Pantekosta hari kedua. Waduhhhh…… banyak sekali liburnya. Kalo ditotal, maka jatah cuti tahunan PNS disini sudah habis dimakan oleh libur-libur local tersebut. Heran saya…

2. Heran Kedua
“Paman, sebaiknya menghadap ke kantor Dinas Kesehatan jam berapa ya? Jam delapan saja-kah?”, tanyaku pada salah seorang perawat di Biak. “Jangan jam delapan, sebaiknya paling pagi jam sembilan! Kalo jam delapan masih sepi itu, masih tutup.”, jawab Paman Esau. Batinku berkata kalau jam sembilan itu sudah terlalu siang, maka aku berangkat jam sembilan kurang sedikit, maka yang aku dapati ialah kantor dinas yang masih kosong alias sepi alias melompong. Pernah pula suatu ketika, aku ada urusan di kantor dinas kesehatan pada hari Senin, dan yang aku temukan ialah kantor salah seorang Kasubdin masih digembok rapi. Lebih terheran-heran lagi saat aku datang ke Puskesmas untuk pertama kali, datang jam setengah sepuluh dan masih sepi petugas, malah pasien sudah banyak. Etos kerja macam apa ini. Heran saya….

3. Heran Ketiga

4. Heran Keempat

5. Heran Kelima

Apa akan terus datang heran-heran selanjutnya???

Bubur Tomat Bombay

Mei 24, 2009

Bubur Tomat Bombay

Bahan Bubur:
1/2 siung bawang bombay
garam secukupnya
gula secukupnya
merica secukupnya
2 sdt minyak wijen
2 sdm margarine
350 cc air putih
2 sdm susu bubuk instan
100 gr tepung terigu
3 buah tomat merah

Bahan sapi pedas
4 siung bawang putih
3 siung bawang merah
merica secukupnya
pala secukupnya
ketumbar secukupnya
garam secukupnya
1 sdt kecap manis
1 sdm minyak wijen
150 cc air putih
200 gram daging sapi giling

Cara membuat bubur:
Panaskan minyak wijen dan margarine. Tumis bawang bombay yang telah diiris kecil-kecil sampai berbau harum. Tambahkan
garam, gula dan merica, tambahkah tepung terigu, tambahkan air putih , aduk-aduk sampai mendidih,
tambahkan tomat yang telah dipotong kubus kecil-kecil dan tambahkan susu bubuk. Aduk sampai mengental dan tomat menjadi agak hancur.
Bubur tomat telah siap.

Sapi Bombay:
Iris tipis2 bawang putih dan bawang merah. Uleni daging giling dengan bawang putih, bawang merah, merica, pala, ketumbar,
garam dan minyak wijen. Biarkan selama 15 menit. Didihkan air putih 150 cc, masukkan ulenan daging giling. Tumis hingga
air menguap.Tambahkan kecap manis untuk memberi warna coklat. Tumis kembali. Sapi Bombay telah siap.

Hidangkan selagi panas, boleh ditambahkan irisan bawang bombay diatasnya.

Jum’at 3 april 2009
Lebih Baik
Pukul 5 WIT aku sudah bangun, untuk kemudian sholat subuh dan bersiap-siap menuju ke Dinkes Proponsi Papua. Tepat pukul 7.30, aku berangkat ke Dinkes Propinsi yang terletak di daerah Abepura. Dengan diantar seorang kawan, aku sampai di kantor Dinkes Papua pukul 8.30.
Aku mengira kalau aku sudah terlambat datang, tapi ternyata aku salah. Aku datang paling awal. Setelah duduk-duduk dan mengobrol sedikit dengan pegawai Dinkes Papua, datanglah seorang wanita yang kemudian mengajakku berbincang pula. Ternyata aku dan dia sama-sama akan berdinas di Biak Numfor, namanya dr. Sri Dewi Sianturi. Dia alumnus UISU Medan angkatan 2000.
Disana aku bertemu dengan kawan lama alumni UGM angkatan 2002, dr. Tyas Iyas, yang kemudian mengenalkan aku dengan seorang kawan baru dari UGM pula, yang nantinya juga akan bertugas di Biak Numfor, dr. Pamungkas Hari Suharso.
Saat acara pengarahan dan pembagian uang akomodasi aku kembali berkenalan dengan Kru Biak Numfor yang lain. Dr. Nissa Anissa, alumnus Trisakti 2000; Dr. Niti Savitri, alumnus Trisakti 2000; Dr. Yomi Islamiyati, alumnus Undip 2002; dan yang terakhir dr. Irni Apriyanti, alumnus Udayana 2002.
Sungguh sial, niatan aku berangkat bersama-sama dengan rekan2 yang bertugas di Biak gagal. Tiket pesawat Merpati untuk Sabtu sore sudah habis, untung saja Rahmada kembali membantu aku, dia berhasil mencarikan tiket untuk aku, pesawat Garuda Indonesia yang berangkat Sabtu pagi. Pfuuhh… untunglah…. Berangkat lebih dahulu lebih baik daripada berangkat terlambat.
Siap kembali terbang menuju Biak Numfor!

Sabtu, 4 April 2009
Pukul 0400 WIT, wekerku sudah menyalak. Membangunkanku untuk segera mandi dan bersiap menuju ke Sentani. Pukul 0500 tepat, mobil jemputan sudah dating untuk segera meluncurkanku ke Bandara Sentani. Perjalanan selama 1 jam lebih tidak terasa. Pukul setengah 7 tiket Garuda Indonesia sudah ditangan.
Penerbangan selama 50 menit sangat tidak terasa, karena selama perjalanan telah disuguhi pemandangan alam cantik negeri Papua. Saat baru take-off, pelangi diatas danau sentani mengantarku melesat menuju pulau Biak. Pesawat tidak terbang tinggi, aku masih bisa melihat gugusan kepulauan Indonesia timur yang indah di bawah…. Akh indahnya….
Aku mendarat di Frans Kaisiepo tepat pukul 9 WIT. Dengan percaya diri (dari informasi yang aku cari selama surfing di Internet), aku langsung meluncur ke Hotel Solo, di dekat pasar Ikan Kota Biak. Beristirahat sambil menunggu rekan-rekan yang lain yang akan dating nanti sore. Setelah tidur sebentar, aku mencoba untuk berjalan-jalan keliling kota Biak. Sungguh kaget, di Biak cuacanya sangat terik. Tetapi panasnya Biak terobati dengan pemandangan di belakang hotel yaitu laut luas yang menghadap ke pulau Yapen. Indahnya…
Maghrib, rekan-rekan datang menjemputku di hotel Solo. Menggunakan mobil puskesmas Marouw yang dikendarai oleh Paman Yensemen Essau, kami meluncur ke asrama Poltekkes Biak yang terletak di daerah Ridge, di belakang RSUD Biak. Disanalah kami akan menghabiskan waktu di kota Biak selama mengurusi administrasi penugasan. Di Asrama Poltekkes telah menunggu dr. Irwan Tansil, kepala puskesmas Marauw, yang mengushakan kami agar bisa mendapatkan penginapan Cuma-Cuma ini. Tak cukup dengan itu, tanpa sepengetahuan kami, dr. Irwan telah menyuruh Paman Yensemen untuk membelikan makan malam bagi kita, Nasi dengan Ikan Bubara Bakar. Nikmatnya…. Alhamdulillah… Allah telah menyebarkan orang-orang baik di seluruh dunia, seperti petani menebarkan pupuk yang menyuburkan tanaman di sekitarnya…

Alergi

Mei 22, 2009

Apa sih alergi itu?
Sekarang ini makin banyak orang yang mempunyai alergi. Mungkin juga diri kita sendiri. Alergi berarti bahwa tubuh kita bereaksi tidak biasa terhadap rangsangan tertentu.

Tanda-tandanya apa dong?
Ada bermacam tanda alergi, misalnya mata yang terus berlinangan air mata, hidung yag terus-terusan pilek. Ada juga yang berupa bintik-bintik merah pada kulitnya. Atau merasa gatal di sekujur tubuh, bisa juga tiba-tiba menjadi sesak napas.

Penyebab reaksi alergi apa sih?
Kita dapat alergi terhadap banyak hal: spora, debu rumah, obat, makanan, tanaman tertentu, hawa dingin, sabun, shampoo, bulu binatang piaraan. Penyebab alergi bisa benda apa saja. Penyebab alergi ini disebut allergen.

Gimana kok bisa alergi?
Sistem penangkal tubuh kita selalu bekerja tanpa henti. Kalau kita punya alergi maka system penangkal ini akan bekerja berlebihan. Jika ada benda-benda yang biasanya tidak berbahaya, tetapi system ini menyerang benda-benda tersebut secara besar-besaran. Sistem penangkal ini didalamya terdapat satu jenis sel darah putih yang disebut Eosinofil, yang bekerja terlalu rajin. Sehingga menggerakkan pengirim – pengirim pesan secara berlebihan, yang akhirnya menghasilkan reaksi tubuh yang berlebihan.

Apakah Alergi berbahaya?
Alergi dapat menimbulkan reaksi tubuh dari yang ringan sampai yang berat. Sesorang penderita alergi dapat hanya mengalami gatal-gatal atau pilek yang terus menerus saja, yang dapat diobati dengan rawat jalan. Tetapi penderita alergi dapat juga mengalami serangan sesak napas yang berat yang berbahaya. Sehingga sampai harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang terbaik untuknya.

Bagaimana cara mengatasi alergi?
Mungkin kita sadar kalau kita alergi terhadap sesuatu, tetapi kita tidak tahu terhadap benda apa kita alergi. Ada pemeriksaan khusus untuk mencari tahu benda penyebeab alergi ini, yaitu dengan tes tempel dan tes tusuk. Pada tangan atau punggung kita diberikan tetesan kecil sekali dari berabagai bahan melalui tempelan atau tusukan-tusukan jarum kecil. Setelah lima menit, akan ketahuan benda mana yang menyebabkan reaksi alergi pada tubuh kita yaitu berupa warna-warna merah pada kulit..

Kita dapat mengatasi alergi yaitu dengan mencoba membiasakan tubuh kita terhadap benda-benda yang menyebabkan kita alergi. Untuk itu ada terapi yang berupa sejumlah kecil dari benda-benda penyebab alergi tersebut disuntikkan ke tubuh kita, supaya tubuh kita dapat terbiasa dengannya dan tidak langsung melakukan reaksi yang berlebihan. Hal ini disebut hiposensibilisasi.

Obat-obatan anti alergi hanya membuat system penangkal tubuh kita menurun sehingga tidak terjadi reaksi yang berlebihan, tetapi tidak menyembuhkan alergi kita.

Sekian. Tetap semangat menjaga diri!

-drfundhikhrisna-

Seumur hidup aku belum pernah benar-benar memulai hidup baru. Bahkan ketika aku mulai kuliah dulu, tidaklah seperti orang yang baru berpindah tempat tinggal karena langsung tinggal bersama abang yang lebih dahulu kuliah di Surabaya. Maka, ketika aku diterima masuk program PTT pusat Depkes RI benar-benar mendebarkan. Apalagi pilihanku adalah negeri yang sungguh asing, Papua.

Berangkat dari Surabaya, aku bersama 4 kawan sejawat lain yang juga diterima di Papua. Karena satu dan lain hal, kami bertolak dari Surabaya terlambat satu hari dari jadwal yang ditentukan. Kami mendarat di Bandara Sentani, Jayapura pada 2 April 2009 jam 1615 WIT. Sampai disana kemudian berpisah dan berkumpul dengan contact person masing-masing.

Setelah mengurus segala tetek bengek di Dinkes Propinsi Papua selama sehari, aku kembali terbang ke tempat pengabdianku yang baru. Di Bandara Frans Kaisepo aku menginjak untuk pertama kalinya tanah planet Biak Numfor. Yup, planet. A place, alone and no network. Inilah tanah baru, hidup baru, dan tantangan baru yang akan kuhadapi dan jalani.

Rarama be Bye!
Selamat datang di Biak!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.