2 Hari Pertama di Tanah Papua

Mei 24, 2009

Jum’at 3 april 2009
Lebih Baik
Pukul 5 WIT aku sudah bangun, untuk kemudian sholat subuh dan bersiap-siap menuju ke Dinkes Proponsi Papua. Tepat pukul 7.30, aku berangkat ke Dinkes Propinsi yang terletak di daerah Abepura. Dengan diantar seorang kawan, aku sampai di kantor Dinkes Papua pukul 8.30.
Aku mengira kalau aku sudah terlambat datang, tapi ternyata aku salah. Aku datang paling awal. Setelah duduk-duduk dan mengobrol sedikit dengan pegawai Dinkes Papua, datanglah seorang wanita yang kemudian mengajakku berbincang pula. Ternyata aku dan dia sama-sama akan berdinas di Biak Numfor, namanya dr. Sri Dewi Sianturi. Dia alumnus UISU Medan angkatan 2000.
Disana aku bertemu dengan kawan lama alumni UGM angkatan 2002, dr. Tyas Iyas, yang kemudian mengenalkan aku dengan seorang kawan baru dari UGM pula, yang nantinya juga akan bertugas di Biak Numfor, dr. Pamungkas Hari Suharso.
Saat acara pengarahan dan pembagian uang akomodasi aku kembali berkenalan dengan Kru Biak Numfor yang lain. Dr. Nissa Anissa, alumnus Trisakti 2000; Dr. Niti Savitri, alumnus Trisakti 2000; Dr. Yomi Islamiyati, alumnus Undip 2002; dan yang terakhir dr. Irni Apriyanti, alumnus Udayana 2002.
Sungguh sial, niatan aku berangkat bersama-sama dengan rekan2 yang bertugas di Biak gagal. Tiket pesawat Merpati untuk Sabtu sore sudah habis, untung saja Rahmada kembali membantu aku, dia berhasil mencarikan tiket untuk aku, pesawat Garuda Indonesia yang berangkat Sabtu pagi. Pfuuhh… untunglah…. Berangkat lebih dahulu lebih baik daripada berangkat terlambat.
Siap kembali terbang menuju Biak Numfor!

Sabtu, 4 April 2009
Pukul 0400 WIT, wekerku sudah menyalak. Membangunkanku untuk segera mandi dan bersiap menuju ke Sentani. Pukul 0500 tepat, mobil jemputan sudah dating untuk segera meluncurkanku ke Bandara Sentani. Perjalanan selama 1 jam lebih tidak terasa. Pukul setengah 7 tiket Garuda Indonesia sudah ditangan.
Penerbangan selama 50 menit sangat tidak terasa, karena selama perjalanan telah disuguhi pemandangan alam cantik negeri Papua. Saat baru take-off, pelangi diatas danau sentani mengantarku melesat menuju pulau Biak. Pesawat tidak terbang tinggi, aku masih bisa melihat gugusan kepulauan Indonesia timur yang indah di bawah…. Akh indahnya….
Aku mendarat di Frans Kaisiepo tepat pukul 9 WIT. Dengan percaya diri (dari informasi yang aku cari selama surfing di Internet), aku langsung meluncur ke Hotel Solo, di dekat pasar Ikan Kota Biak. Beristirahat sambil menunggu rekan-rekan yang lain yang akan dating nanti sore. Setelah tidur sebentar, aku mencoba untuk berjalan-jalan keliling kota Biak. Sungguh kaget, di Biak cuacanya sangat terik. Tetapi panasnya Biak terobati dengan pemandangan di belakang hotel yaitu laut luas yang menghadap ke pulau Yapen. Indahnya…
Maghrib, rekan-rekan datang menjemputku di hotel Solo. Menggunakan mobil puskesmas Marouw yang dikendarai oleh Paman Yensemen Essau, kami meluncur ke asrama Poltekkes Biak yang terletak di daerah Ridge, di belakang RSUD Biak. Disanalah kami akan menghabiskan waktu di kota Biak selama mengurusi administrasi penugasan. Di Asrama Poltekkes telah menunggu dr. Irwan Tansil, kepala puskesmas Marauw, yang mengushakan kami agar bisa mendapatkan penginapan Cuma-Cuma ini. Tak cukup dengan itu, tanpa sepengetahuan kami, dr. Irwan telah menyuruh Paman Yensemen untuk membelikan makan malam bagi kita, Nasi dengan Ikan Bubara Bakar. Nikmatnya…. Alhamdulillah… Allah telah menyebarkan orang-orang baik di seluruh dunia, seperti petani menebarkan pupuk yang menyuburkan tanaman di sekitarnya…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.