Heran
Juni 5, 2009
Pernah suatu kali teman baruku,Pamungkas, bertemu dengan orang asli Papua. Bapak tersebut berpesan,” Barangsiapa bekerja dengan baik di Papua, maka akan datang heran satu ke heran yang lain.”. Kata-kata yang aneh bukan? Yah, aku bakalan menghadapi bermacam-macam keheranan disini.
1. Heran Pertama
Baru satu minggu di Biak, aku mendapati bahwa lhari libur di Papua berbeda dengan libur di belahan Indonesia manapun. Aku bertemu dengan hari libur perayaan Paskah hari ke-2. “Oh, masih ada libur yang lain lagi Dok!”, ujar seorang mahasiswa Akper Biak. Ada libur Injil Masuk Papua, libur Pantekosta hari kedua. Waduhhhh…… banyak sekali liburnya. Kalo ditotal, maka jatah cuti tahunan PNS disini sudah habis dimakan oleh libur-libur local tersebut. Heran saya…
2. Heran Kedua
“Paman, sebaiknya menghadap ke kantor Dinas Kesehatan jam berapa ya? Jam delapan saja-kah?”, tanyaku pada salah seorang perawat di Biak. “Jangan jam delapan, sebaiknya paling pagi jam sembilan! Kalo jam delapan masih sepi itu, masih tutup.”, jawab Paman Esau. Batinku berkata kalau jam sembilan itu sudah terlalu siang, maka aku berangkat jam sembilan kurang sedikit, maka yang aku dapati ialah kantor dinas yang masih kosong alias sepi alias melompong. Pernah pula suatu ketika, aku ada urusan di kantor dinas kesehatan pada hari Senin, dan yang aku temukan ialah kantor salah seorang Kasubdin masih digembok rapi. Lebih terheran-heran lagi saat aku datang ke Puskesmas untuk pertama kali, datang jam setengah sepuluh dan masih sepi petugas, malah pasien sudah banyak. Etos kerja macam apa ini. Heran saya….
3. Heran Ketiga
4. Heran Keempat
5. Heran Kelima
Apa akan terus datang heran-heran selanjutnya???