28
Januari 30, 2010
28 bulan yang lalu, senyum itu pudar.
Masih terngiang jelas sesenggukan tangisnya.
28 Bulan yang lalu, tawa itu lenyap.
Terbentur dinding kokoh bernama kenyataan.
21 bulan yang lalu, senyum itu hambar.
Terbuai angan, menggapai roman tanpa harapan.
21 bulan yang lalu, tawa itu mengabur.
Tak mau mendaki tingginya hati(ku).
15 bulan yang lalu, senyum itu kembali berpendar.
Menyongsong pelita di ujung jalan.
15 bulan yang lalu, tawa itu muncul.
Kibasan tangan, usaha padamkan asa.
Buram.
10 bulan yang lalu, tiada senyum dan tawa yang terlepas.
10 bulan yang lalu, guratan kecewa jelas tergambar.
Bias dan kosong…
5 bulan yang lalu, senyum dan tawa itu…
Padam…
Sayang sekali, tiada kata maaf yang sempat terucap…
Sayang sekali, hanya ada seutas sesal yang belum terpintal menjadi kata…
–Semoga dirimu benar menjadi syahidah!–